Berada di dua kota Suci bukan berarti Anda tak luput dari marabahaya. Karenanya, selain bersikap baik, tidak sombong, takabbur atau tak mau diatur, Anda pun musti berhati-hati dan tetap konsentrasi.

Sebab, jika lengah sedikit, atau takabbur Anda bisa saja tersesat atau malah berunjung malapetaka. Berikut adalah tips sederhana agar tidak tersesat selama di Tanah Suci, termasuk saat di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram :

1. Sebaiknya, jangan berpergian sendiri dan jangan lupa mengenakan ciri khas atau seragam haji Indonesia atau atribut khas dari biro travel yang menjadi penyelenggara. Sehingga bila tersesat Anda bisa dengan mudah ditemukan.

2. Jangan lupa membawa peta (denah) atau nomor maktab, letak hotel tempat Anda menginap, agar jika tersesat Anda mudah bertanya pada petugas.

3. Sebaiknya Anda sudah tiba di masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat.

4. Mengingat nomor atau nama pintu masuk masjid atau sesuatu patokan yang mudah diingat di sekitar Anda masuk masjid.

5. Membawa kantung (plastik/tas) untuk menyimpan alas kaki atau payung. Sebaiknya kantung tersebut Anda bawa saat shalat.

6. Sebelum masuk masjid, buatlah janji lebih dahulu dengan teman Anda dimana akan bertemu jika ingin pulang bersama.

7. Jangan lupa pula membuat janji pukul berapa Anda bertemu dengan teman tersebut.

8. Sebaiknya, tempat berkumpul bisa diberi tanda berupa bendera atau tanda lainnya yang mudah dilihat dari kejauhan.

9. Membuat identitas rombongan yang unik, bisa dengan selempang, slayer, pita atau atribut lainnya.

 

sumber: hajiumrahnews.com