Turki begitu tersohor akan kekayaan sejarah dan budayanya yang memadukan kultur barat dan timur. Terbentang dari semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa bagian Tenggara.

Di sisi barat, Turki berbatasan dengan Bulgaria dan Yunani, di Timur Laut dengan Armenia, Azerbaijan, dan Georgia. Sedangkan di sisi Tenggara berbatasan dengan Syria, Irak, dan Iran. Sebuah perpaduan yang begitu mengesankan.

Tak heran bila negeri seluas 750.000 kilometer persegi itu dikenal sebagai negara transkontinental. Di Turki, wisatawan akan menemui banyak pilihan destinasi. Mulai dari aktivitas liburan yang memacu adrenalin, wisata sejarah dan budaya, bersantai dan rileks, hingga memanjakan lidah dan perut.

Bagi penikmat wisata sejarah bisa menyambangi kota-kota antik di Turki. Selain menyusuri kota Cappadocia dari ketinggian, para traveler juga bisa menyaksikan Tarian Sufi (Whirling Dervishes) atau tarian Rumi di kota Konya.

Memang, banyak yang tidak tahu bahwa Islam pernah berkuasa dan berjaya di benua biru Eropa. Bukan hanya sekedar berkuasa secara teritorial tetapi juga menjadi pelopor dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, kesehatan, dan budaya. Turki adalah salah satu tempat yang banyak meninggalkan jejak. Berikut jejak-jejak peninggalan Islam yang ada di Turki.

1. Hagia Sophia (Aya Sofya)

Hagia Sophia pada mulanya merupakan bangunan gereja, lalu dialihfungsikan sebagai masjid. Kini bangunan yang menjadi ikon utama kota Istanbul ini berfungsi menjadi museum. Di bangun oleh Eastern Roman Emperor Justinian I pada 537M.

Konon, rancangan gaya Byzantium pada bangunan ini merupakan yang terbaik dan menjadi gereja terbesar di dunia selama hampir 1.000 tahun sebelum akhirnya hancur pada tahun 1204 hijriyah.

Hagia Sophia diubah menjadi masjid setelah Sultan Muhammad menaklukkan Konstantinopel dan mengubah namanya menjadi Istanbul (Kota Islam). Sultan Muhammad memperlakukan penduduk dengan baik dan tetap mempertahankan sejumlah bangunan megah yang ada, termasuk Hagia Sophia.

Sehingga tak heran saat memasuki bangunan ini akan ditemui lukisan Bunda Maria bersanding dengan lambang Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Bangunan ini merupakan kebanggaan umat Islam Turki. Keindahan arsitekturnya begitu mengagumkan. Karenanya, rasanya belum lengkap jika berkunjung ke Istanbul, tidak melihat kemegahan Aya Sofia.

2. Blue Mosque (Masjid Sultan Ahmad)

Masjid Sultan Ahmad di kota Istanbul begitu tersohor, lantaran keindahan arsitektur khas Ottoman. Dari luar, kubah dan menara-menara menjulang megah ke angkasa. Pun dengan desain interiornya yang dibalut dengan warna biru pada 20 ribu keramik iznik sehingga masjid ini dinamai Blue Mosque (Masjid Biru).

Masjid yang dibangun semasa Sultan Ahmad I pada tahun 1609-1616M ini ditukangi oleh arsitek Sedefkar Mehmed Aga. Dan di area masjid ini terdapat makam Sultan Ahmad I.

Lokasinya berhadapan langsung dengan Hagia Sophia yang hanya dibatasi taman kecil. Perpaduan desain Islam dan Byzantium menjadikan masjid biru ini tampak luar biasa. Sebanyak enam menara yang menjulang tinggi dan dilengkapi tidak kurang dari 30 kubah, kian mempercantik masjid yang megah ini.

3. Suleymaniye Mosque (Masjid Sulaiman)

Masjid Sulaiman adalah masjid terbesar di Turki yang ditukangi oleh arsitek Mimar Sinan, pada 1550 M. Di kawasan masjid ini terdapat caravanserai (area untuk berjalan kaki), tempat seminar, madrasah, rumah sakit, dan tempat tinggal istri Sultan Sulaiman yang bernama Roxelane. Pendirinya, Sultan Sulaiman adalah salah satu sultan Turki yang berhasil membawa Kesultanan Turki ke masa kejayaan.

Bentuk masjid ini memiliki kemiripan gaya arsitektur Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmad, meski tidak semegah kedua bangunan tersebut. Namun setidaknya, saat memasuki area utama dalam masjid, kejayaan Islam begitu terpancar.

4. Topkapi Palace (Istana Topkapi)

Kala Sultan Muhammad (Muhammad Al Fatih) menaklukkan Konstantinopel pada 1453M, ia langsung membangun istana baru sebagai tempat tinggalnya. Dan inilah yang di kemudian hari disebut sebagai Istana Topkapi.

Sebuah istana yang menjadi tempat tinggal raja hingga empat abad (1465-1853M). Saking luasnya, istana yang sekaligus jadi pusat pemerintahan Kesultanan Turki dan menjadi tempat tinggal ini bisa menampung lebih dari 4000 orang. Istana ini layaknya kota dalam kota.

Dalam perkembangannya, Istana Topkapi mengalami beberapa kali renovasi dan modifikasi, bahkan hampir setiap tahun. Terakhir, Istana memiliki empat halaman besar yang dikelilingi tembok dengan berbagai bangunan besar maupun kecil yang ada didalamnya. Berbagai koleksi masa kejayaan Islam masa Kesultanan Turki masih tersimpan rapih didalam Istana.

5. Dolmabahce Palace

Inilah jejak peninggalan kesultanan Turki di masa 1856-1922M. Istana Dolmabahce yang terletak di selat Bosphorus merupakan tempat tinggal enam sultan beserta keluarganya dan dijadikan sebagai pusat pemerintahan.

Hanya saja, antara tahun 1887M hingga 1909M, tempat tinggal sultan dan pusat pemerintahan pindah ke Istana Yildiz. Istana ini merupakan tempat tinggal dari sultan terakhir. Selanjutnya, Jenderal Mustafa Kemal Attaturk menjadikannya sebagai Istana Presiden dan pusat pemerintahan Republik Turki.

Istana Dolmabahce dibangun pada 1843M hingga 1856M atas perintah Sultan Abdulmecid I. Kawasan Istana awalnya berupa pantai selat Bosphorus, lalu diaklamasi secara bertahap. Pembangunannya diarsiteki tiga arsitek dari keluarga Balyan, yaitu Haci Said Aga, Nigogayos Balyan, dan Evanis Kalfa.

Sejarah mencatat pembangunan istana ini menghabiskan biaya setara dengan 35 ton emas. Sebanyak 14 ton emas dipakai untuk menghiasi tembok istana seluas 110 ribu meter persegi.

Istana seluas 45 ribu meter persegi ini merupakan istana terluas di Turki. Kalau Istana Topkopi dilapisi keramik iznik dan ukiran khas Ottoman, maka istana ini didominasi balutan emas dan kristal.

Di istana ini terdapat Bohemian Crystal Chandelier terbesar di dunia yang merupakan hadiah dari Ratu Victoria. Bohemian Crystal Chandelier itu memiliki 750 lampu dengan berat 4,5 ton. Terdapat pula tangga besar yang terbuat dari kayu mahogany yang dihiasi kristal baccarat dan kuningan.

Pembangunan istana ini lantaran Sultan Turki kala itu merasa Istana Topkapi sudah terlalu tua dan ketinggalan zaman baik dari bentuk maupun kemegahannya.

6. Grand Bazaar

Pusat perdagangan yang dibangun semasa Sultan Muhammad pada tahun 1461M ini merupakan pemberhentian terakhir dari jalur sutra. Di lokasi ini terdapat ribuan toko yang menjual perhiasan, tekstil, keramik, perak, karpet, berbagai produk berharga dan aneka produk lainnya. Hingga kini, saban harinya, selalu dikunjungi lebih dari 500 ribu pengunjung.

Bagi Anda yang penasaran dengan pesona Turki yang penuh sensasi, tak ada salahnya merencanakan liburan. Tak usah kuatir, ada lebih dari 10 ribu penginapanvdi Turki. Mulai dari kelas losmen, homestay, hingga hotel berbintang.

Menyambangi Turki bisa pula pula dibarengi dengan ibadah umrah bersama Hannien Tour. Salah satu program umrah plus Hannien Tour adalah Umrah Plus Istanbul. Nikmati sebuah perjalanan ibadah sekaligus wisata yang tak terlupakan bersama orang-orang terdekat. Rasakan sejarah kegemilangan dan kejayaan peradaban Islam dengan mengunjungi tempat-tempat istimewa yang ada di Turki (lama perjalanan 12 hari). Informasi lebih lanjut mengenai Umrah Plus Turki, Anda dapat menghubungi 021-8791 6038 atau 021-2986 0113.



sumber: hajiumrahnews.com (dengan sedikit perubahan)