Ketika memutuskan untuk mengajak sang buah hati pergi beribadah umrah bersama kita, banyak hal yang harus kita persiapkan. Mulai dari pemahaman kepada anak tentang pengertian umrah, perlengkapan umrah sang anak hingga bagaimana untuk menjaga anak tetap merasa nyaman di perjalanan yang memakan waktu panjang.

Bagi yang biasanya mabuk saat di perjalanan baik darat, laut maupun udara, melakukan perjalanan jauh sangat membuat tidak nyaman. Ikuti tip berikut agar perjalanan umrah Anda dan buah hati menjadi lancar dan nyaman sepanjang perjalanan tanpa mabuk.  


Pilih posisi yang tepat:

  • Di dalam mobil, dudukkan anak di tempat duduk yang minim mengalami goncangan.
  • Di dalam bus, duduk di belakang  sopir agar Anda dan si kecil dapat melihat ke depan.
  • Di kereta api, duduk di dekat jendela dan putar sandaran kursi agar Anda duduk menghadap arah lokomotif.   
  • Di dalam kapal laut pilih kabin di tengah sebab pada titik ini goyangan kapal paling kecil.
  • Di pesawat mintalah tempat duduk di dekat tepi depan sayap.

 

Duduk santai dan tidak terlalu tegak, pandangan tidak terus menengok kiri-kanan
Usahakan saat duduk agar posisi mata memandang terpaku pada sekira 45 derajat di atas garis cakrawala dan kepala tidak sering bergoyang. Minta anak memandang ke cakrawala sejauh yang dapat ia lihat. Hal itu akan mengurangi pesan simpang-siur yang diterima otak dari lingkungan sekeliling anak. 

Hindari ketegangan dan kecemasan. Minta anak untuk tidak tegang mencemaskan bahwa dia akan  mabuk. Kecemasan ini akan memicu timbulnya mabuk. Minta anak  sesantai mungkin dan ketika ada tanda-tanda awal mabuk, tuntun dia untuk menarik nafas panjang, pejamkan mata, diam sejenak dan tanamkan sugesti bahwa ia tidak akan  mabuk.

Makan secukupnya sebelum melakukan perjalanan. Jangan biarkan perut kosong saat bepergian. Sebab saat perut kosong lambung akan memproduksi asam secara berlebihan sehingga akan membuat iritasi lambung dan merangsang refleks mual.  Hindarilah makanan dan minuman berlemak karena dapat membuat perut  mual.  Berhentilah makan besar satu jam sebelum keberangkatan. Perut yang penuh memudahkan anak mual dan muntah.


Balurkan parutan jahe pada perut anak. Jahe mengandung zat zingiberol,  komponen utama penyebab bau harum pada jahe yang ampuh mengatasi mual. Jahe merah mengandung kadar zingiberol lebih tinggi. Jahe dapat memperbaiki motilitas lambung, memberikan rasa nyaman pada saluran pencernaan sehingga tidak mual.

Jika anak menolak dibaluri jahe, buatkan minuman  air seduhan dari 1/2 gram serbuk jahe atau 1/2 sendok teh jahe segar setiap 15 menit sekali, selama 1 jam sebelum perjalanan. Lanjutkan jika dalam perjalanan terlihat gejala mabuk.  Permen yang mengandung jahe juga dapat merangsang pengeluaran air liur dan cairan pencernaan serta mengurangi mual dan muntah.

Bawa buah untuk bekal. Buah-buahan menyediakan cukup air penawar haus, serat yang mengenyangkan, gula buah sebagai penyedia energi sekaligus penghilang pusing karena kelaparan dan antioksidan yang dapat meredam munculnya kelelahan. Pilih buah yang mengandung air dan mudah dimakan  seperti apel, jeruk, anggur dan pir. Pisang juga baik karena member energi seketika. Jika si kecil mulai mual,  berikan buah yang Anda bawa.


Tidak membaca saat kendaraan melaju. Membaca membuat pandangan mata  berpindah-pindah, tidak terpaku pada satu titik. Pada saat yang sama, tubuh Anda merasakan dan merespon gerakan-gerakan kendaraan. Akibatnya, terlalu banyak sensasi yang dikirimkan ke otak. 


Dengarkan musik yang disukai. Musik meredakan ketegangan dan kekhawatiran anak akan munculnya rasa mual. Ketika pikirannya terpecah, ketegangan pun berangsur berkurang berganti dengan perasaan nyaman dan gembira.  


Atur sirkulasi udara. Ketika melintas di jalanan sepi dan berhawa sejuk, bukalah jendela. Atau putarlah AC ke posisi “cool” untuk memungkinkan udara beredar dengan cepat . Seringkali yang diperlukan untuk menghindari rasa mual hanyalah mengubah udara pengap yang berada di dalam kendaraan menjadi lebih segar untuk membuat anak merasa lebih nyaman.


Lancarkan peredaran darah. Jika tetap mual, bantu anak untuk mengepal dan melemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang untuk melancarkan peredaran darah. Pijat jemari dan telapak tangan anak secara perlahan. Gunakan minyak telon atau minyak kayu putih saat memijat. Bila ini tidak membantu, berhentilah di tempat yang memungkinkan untuk keluar dari dalam mobil untuk menghirup udara dan melemaskan otot.

 

Sumber: travelhealthdoctor.co.id