Shalat dengan khusyu sangatlah penting, mengingat doa kita akan terkabul, kemudian membekasnya jiwa sehabis mengerjakan shalat. Berikut lima tips pendek tips shalat dengan khusyu, semoga bermanfaat...

1 ) Mengingat kematian dalam shalat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

اذكر الموت في صلاتك، فإن الرجل إذا ذكر الموت في صلاته لحريّ أن يحسن صلاته، وصلّ صلاة رجل لا يظن أنه يصلي غيرها

Artinya: (Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena apabila seseorang mengingat kematian dalam shalatnya maka sepatutnya dia akan membaguskan shalatnya, dan shalatlah seperti orang yang menyangka tidak akan shalat selain itu).

2 ) Mentadaburi ayat-ayat dan zikir-zikir yang dibaca dalam shalat serta berinteraksi dengannya: Tadabbur seperti ini tidak akan bisa dicapai kecuali dengan memahami makna bacaannya sehingga dia bisa merenungkannya dan meneteskan air matanya karena terkesan.

Allah Ta’alaa berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمّاً وَعُمْيَاناً (الفرقان:73

Artinya: (dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta) [Al-Furqan: 73].

3 ) Hendaklah menyadari bahwa Allah Ta’alaa menjawab bacaan shalatnya karena saat kita shalat seakan-akan kita sedang berdialog dengan Allah Yang Maha Kuasa sehingga tidak pantas kita menghadap kepada-Nya dalam keadaan lalai dan tidak menyadari ucapan kita, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Rabbnya berfirman:

Artinya: (Aku telah membagi shalat dua bagian antara Aku dengan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang diminta, jika dia mengucapkan: Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin, maka Allah berkata: hamba-Ku telah memujiku. Apabila dia mengucapkan: Ar-Rahmanir Rahim, maka Allah menjawab: hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Apabila dia mengucapkan: Maliki Yaumid Diin, maka Allah berkata: hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Apabila dia mengucapkan: Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in, Allah berkata: ini antara hamba-Ku dan diri-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang diminta, lalu jika dia membaca: Ihdinas Shirathal Mustaqim, Shirathalladzina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdzubi ‘Alaihim wala Dzaallin, maka Allah berkata: ini bagi hamba-Ku dan baginya apa yang diminta)HR Muslim.

4 ) Bersungguh-sungguh dalam berdoa pada setiap tempatnya dalam shalat terutama dalam sujud berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: (Keadaan paling dekat seorang hamba kepada Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa) HR Muslim.

5 ) Berdoa antara azan dan iqamah karena termasuk waktu yang dikabulkan, membaguskan wudlu serta mengucapkan basmalah sebelumnya serta berzikir dan berdoa sesudahnya. Memperhatikan siwak dan berhias dengan pakaian yang bagus dan bersih, bersegera ke masjid dengan berjalan kaki dengan tenang dan santai, lalu menunggu shalat, demikian juga meluruskan shaf dan merapatkannya.

 

Sumber : FP Yusuf Mansur Network