Tidak sedikit jamaah Haji/Umrah yang membawa gadget saat ke tanah suci berupa handphone, digital camera hingga handycam yang perlu di isi daya atau di charge power nya.

Jumlah stop kontak atau colokan untuk mengisi daya gadget di hotel dan pemondokan terbatas dan belum tentu cocok dengan gadget yang kita bawa. Para jama’ah yang membawa gadget pasti ingin men-charge nya dalam waktu yang relatif lama. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 sampai 3 jam. Untuk mengatasinya, sebaiknya setiap calon jama’ah Haji/Umrah sudah mempersiapkan diri dari tanah air. Berikut adalah 3 hal kecil yang tidak boleh lupa dibawa oleh para calon jama’ah haji/umrah:

 

1. Colokan Listrik “Leter T” & “Kaki Tiga”

Persiapkan atau bawa sendiri dari tanah air. Siapa tahu stop kontak yang tersedia di sana hanya dapat dipakai dengan colokan listrik kaki tiga. Colokan tersebut sebaiknya dimasukkan ke dalam tas tentengan jama’ah yang dapat dibawa ke dalam kabin pesawat agar lebih mudah ketika ingin dipakai saat transit di bandara atau di kamar hotel.

Memang saat nanti beribadah ke tanah suci, kita harus fokus dengan amalan yang kita lakukan. Namun, handphone yang terisi baterai yang cukup juga kita perlukan sebagai alat komunikasi kita dengan keluarga yang berada di tanah air.

 

2. Memory Card

Ketika di tanah suci, banyak masyarakat Indonesia yang tak pernah lupa untuk mengabadikan momen saat berada disana. Banyak obyek yang dapat kita abadikan saat berada di Madinah maupun di Mekkah. Sehingga tidak jarang memory camera digital maupun handycam yang kita bawa menjadi penuh dan mengakibatkan kita tidak bisa memakainya untuk memotret atau merekam gambar lagi.

Salah satu tips yang paling praktis yaitu membawa memory card cadangan yang memadai dari tanah air. Apa lagi kalau kita membelinya di tempat penjual kamera kita tersebut. Sehingga pasti pas dan cocok. Kita pun dapat diajari bagaimana cara memasangnya oleh sang penjual.

Harga memory card di tanah air relatif lebih murah dibandingkan di Arab Saudi. Semua kamera dan memori cadangan tersebut dimasukkan ke dalam tas kecil atau tas gantung tempat penyimpan paspor.

 

3. Karet Gelang

Hal kecil lainnya yang tak kalah menarik yaitu menyiapkan karet gelang dalam jumlah yang cukup. Pertama, untuk aneka keperluan. Dan yang kedua ini cukup unik. Sejumlah jama’ah melengkapi diri dengan karet gelang di tangan kanan atau kiri mereka sebanyak 7 (tujuh) karet gelang sewaktu Thawaf dan Syai yaitu untuk menghitung putaran. Setiap satu putaran dicapai, gelang karet yang ada di tangan kanan, kita pindahkan ke tangan kiri atau sebaliknya sebagai tanda jumlah putaran. Sehingga tak perlu repot menghitung jumlah putaran yang sudah kita lakukan.

 

Sumber: haji.kemenag.go.id (dengan sedikit perubahan)