"Uwa harus seperti saya, melakukan perjalanan rohani demi ketenangan hidup Uwa" ucap majikan Sudar. Sudar bingung apa yang dimaksud dengan ucapan si "Enci" setelah bersama keluarganya pergi ke Israel? Saking bingungnya Sudar mulai menduga ada maksud buruk dari bos tempatnya bekerja itu. Jangan-jangan Bos perempuan akan mengajaknya masuk agama kristen? Tapi kemudian ia tepis jauh-jauh pikiran itu. 

Selama hampir 25 tahun ia bekerja di perusahaan kerupuk milik pengusaha cina tersebut, tak ada hal aneh terkait agamanya. Bahkan "Engko" bos laki-laki memberikan kebebasan untuk beribadah. Hingga Pak bos meninggal pun, Sudar tetap masih menjadi orang kepercayaan di keluarga tersebut. Generasi penerus perusahaan, yakni anaknya pun baik pada dirinya. Termasuk anak perempuan yang menjadi pendeta.

"Bagaimana Uwa, siap untuk pergi?" Ucap Koko, anak laki-laki bosnya. Anak lelaki yang saat Sudar pertama kerja masih SD ini ikut-ikutan mendesaknya. Sudar bingung kembali. Kenapa mereka semua kompak? Apakah selama ini mereka hanya menunggu waktu untuk mengajak kepada keinginan mereka. Dedikasi dan pengabdian selama ini ternyata berakhir seperti ini. 

Sudar gelisah, apakah akan menerima tawaran itu. Sudar beberapa kali telah mengantar mereka ke bandara untuk perjalanan suci. Dia diberitahu, mereka akan ke Israel. Kadang berdua bahkan pernah mereka sekeluarga. Dan sekarang mereka menawarkan "perjalanan suci" ke dirinya. "Ya Allah, saya memang bukan muslim yang baik, bahkan buta agama, tapi jika harus mengikuti agama mereka, saya tak mau" begitu batin Sudar berkata.

"Saya sudah tahu, berapa biaya yang harus dikeluarkan" ucap Enci.

"Maksud Enci?" Sudar kebingungan.

"Segeralah mendaftar, saya sudah tahu travelnya" lanjut bos perempuannya. "Tapi, Ci" potong Sudar.

"Sudahlah, kalau Uwa ada tabungan, ajak istri di kampung" desaknya.

"Saya bingung, Ci" ucap Sudar.

"Semua orang Islam mengidam-idamkan berangkat ke sana" lanjutnya.

"Jadi maksud Enci?" Sudar tambah bingung.

"Saya sudah nanya biaya kamu pergi ke Arab sama Hannien Tour, kamu tinggal pilih mau berangkat kapan?" ucapnya.

"Jadi, saya mau diberangkatin umrah, Ci? Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih ya Ci".