Oleh: Ust Hepi Andi Bastoni - Pembimbing Hannien Tour

 

1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji

Aisyah berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau saw menjawab, “Ya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umrah.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).

 

2. Menghapus dosa di antara dua umrah

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

 

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa

Dari Abdullah, Rasulullah saw bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih).

 

4. Besarnya Peluang Terkabulnya Doa 

Di antara kondisi besarnya peluang dikabulkannya doa adalah ketika seseorang safar (melakukan perjalanan). Dari sisi ini, orang yang berumrah tentu safar. Apalagi ketika sudah berada di Tanah Suci. Kita akan menemui tempat-tempat yang sangat bagus berdoa. Di Madinah ada Raudhah atau bahkan seluruh  bagian Masjid adalah berkah bagus untuk berdoa.

Apalagi di Makkah, tentu lebih banyak lagi tempar berdoa, antara lain: multazam, hijr Ismail, belakang maqam Ibrahim atau seluruh bagian Masjidil Haram atau Tanah Haram.

 

5. Pahala Berlipat

Ketika umrah, kita dianjurkan sangat untuk beribadah di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram. Sebab, beribadah di dua tempat ini sangat mulia.

Nabi saw bersabda:

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

 

Tempat lainnya yang mempunyai keutamaan adalah Masjid Quba’. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya lalu shalat dua rekaat di Masjid Quba, maka ia seperti telah melaksanakan umrah,” (HR Tirmidzi).

Karena itu amat disayangkan jika selama berada di Tanah Suci kita tidak melaksanakan ibadah di dua masjid tersebut.

Semoga Allah mudahkan kita melakukan ibadah yang mulia ini.