Kemana pun Anda akan berlibur, jangan lupa persiapan kesehatan, salah satunya adalah vaksinasi.

Menurut dr. Agnes Yoseline dalam www.tanyadokteranda.com, vaksinasi itu dapat mencegah kemungkinan pelancong terinfeksi penyakit-penyakit berbahaya di negara atau kota tujuan. Selain itu, para pelancong yang telah terimunisasi juga memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk menularkan penyakit yang potensial berbahaya kepada pelancong lain maupun penduduk lokal.

Untuk itu, saran dr. Agnes, ketahui terlebih dahulu risiko penyakit di kota atau negara tujuan, serta cara pencegahannya. Risiko mendapatkan penyakit bagi pelancong tergantung dari prevalensi suatu penyakit di daerah tujuan dan beberapa faktor lain, seperti usia, status imunisasi dan kondisi kesehataan saat ini, jadwal perjalanan, lama waktu bepergian dan jenis perjalanan. 

Misal, jika hendak ke Arab Saudi – baik calon jemaah haji & umrah, sebaiknya lakukan vaksinasi meningitis meningokokus, karena wilayah-wilayah tersebut merupakan endemis penyakit infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan bakteri Neiserria meningitides itu. Sementara Anda yang hendak mengunjungi negara-negara Afrika, lakukan vaksinasi yellow fever. Untuk mengetahui vaksinasi lain apa saja yang diperlukan sebelum melakukan perjalanan, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), silakan kunjungi http://www.who.int/ith/updates/20110427/en/index.html.

Tak ada jadwal yang sama dalam memberikan vaksinasi bagi semua pelancong. Namun setelah vaksinasi, biasanya respon imun seseorang akan meningkat dan maksimal dalam periode waktu tertentu, yang bervariasi sesuai vaksin tertentu, dosis yang diberikan dan riwayat vaksinasi terhadap penyakit yang sama. Dr. Agnes menyarankan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter 4-8 minggu sebelum berangkat untuk mendapatkan jadwal imunisasi yang optimal. 

Setelah imunisasi, Anda bisa mendapatkan Certificate International of Vaccination or Prophylaxis, atau kartu kuning, yang diatur oleh IHR (International Health Regulation), lewat kantor kesehatan pelabuhan dengan membawa surat keterangan dari rumah sakit atau dokter. Untuk warga Jakarta, misalnya, Anda bisa mendapatkan kartu kuning itu di Bandara Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma atau Tanjung Priok

Sumber: http://www.sehatcantik.co.id