(lanjutan...)

Ketika berkunjung ke Madinah untuk melaksanakan ibadah Umrah, selain beribadah, kita juga melakukan tour kota ke tempat-tempat bersejarah atau biasa disebut dengan ziarah. Berikut adalah tempat-tempat yang harus Anda kunjungi saat sedang berada di Madinah, yaitu...

6. Jabal Uhud

Jabal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya +/- 5 km dari pusat kota Madinah, berada di pinggir jalan lama Madinah-Makkah. Mulai tahun 1984 perjalanan haji dari Makkah ke Madinah atau dari Madinah ke Jeddah tidak melalui jalan lama tersebut, melainkan melalui jalan baru yang tidak melewati pinggir Jabal Uhud. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang.

Dalam pertempuran tersebut yang gugur sampai 70 orang syuhada, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Perang Uhud terjadi pada tahun ke-3 H. Waktu kaum musyrikin Makkah sampai di perbatasan Madinah, umat Islam mengadakan musyawarah bersama para sahabat yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak para sahabat mengusulkan agar umat Islam menyongsong kedatangan musuh di luar kota Madinah. Usul ini akhirnya disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW menempatkan beberapa orang pemanah di atas gunung Uhud, dibawah pimpinan Mash’ab bin Umair untuk mengadakan serangan-serangan bilamana kaum musyrikin mulai menggempur kedudukan umat Islam.

Dalam perang yang dahsyat tersebut umat Islam mendapat kemenangan yang gemilang sehingga kaum musyrikin lari pontang-panting. Pemanah umat Islam yang berada di atas gunung Uhud, setelah melihat barang-barang yang ditinggalkan oleh musuh, ada beberapa yang meninggalkan pos untuk turut mengambil barang-barang tersebut, padahal Nabi telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan pos meski apapun yang terjadi. Adanya pengosongan pos oleh pemanah tersebut digunakan oleh Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) seorang ahli strategi yang meminpin tentara berkuda, menggerakkan tentaranya kembali guna menyerang sehingga umat Islam mengalami kekalahan yang tidak sedikit yaitu sampai 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada.

Dalam perang ini Hindun binti ‘Utbah mengupah Wahsyi Alhabsyi, budak Zubair, untuk membunuh Hamzah, karena ayah Hindun dibunuh oleh Hamzah dalam perang Badar. Begitu pula Zubair bin Mut’im berjanji kepada Wahsyi akan memerdekakannya setelah ia membunuh paman Zubair dalam perang Badar. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Para sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai Nabi Muhammad SAW gugur karena badannya penuh dengan anak panah. Setelah perang usai kaum musyrikin mengundurkan diri kembali ke Mekkah, maka nabi Muhammad SAW memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan ditempat mereka roboh, sehingga ada satu liang kubur berisi beberapa syuhada, kuburan Uhud waktu sekarang dikelilingi tembok.

a. Salam kepada Sayyidina Hamzah R.A di Uhud

“Mudah-mudahan sejahtera atas kamu wahai paman Nabi Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib. Assalaamu’alaika wahai singa Allah dan singa Rasulullah. Assalaamu’alaika wahai penghulu syuhada.”

 

b. Salam kepada para syuhada di Uhud

“Mudah-mudahan sejahtera atas kamu wahai para syuhada Uhud, ya Allah, berilah mereka semua ganjaran karena Islam dan para pemeluknya dengan semulia-mulia ganjaran dan angkat tinggilah derajat mereka dengan keagungan-Mu dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pemurah dari segenap pemurah.

 

7. Kebun Kurma

Setelah kunjungan dari Jabal Uhud, para Jamaah diantar untuk mengunjungi kebun korma. Jama’ah Umrah dapat  melihat pohon kurma dan membeli kurma dengan berbagai jenisnya. Kebanyakan jama’ah mencari kurma ajwa atau kurma nabi. Sebagian mencari kurma yang dikombinasikan dengan yang lain, seperti kurma dengan coklat atau kurma dengan kacang almond.

 

8. Percetakan Al-Qur’an

Jamaah haji atau jamaah umroh dari berbagai negara tidak lengkap rasanya jika tidak mendatangi percetakan Al-Quran yang berdekatan dengan Istana raja yang berada di atas gunung. Para peziarah yang akan memasuki kawasan percetakan sebaiknya telah memiliki wudu dan jikalau belum berwudu', di dalam sudah disediakan tempat mengambil air wudu' - hal ini dikarenakan setiap peziarah akan diberikan mushaf Al-Qur'an secara gratis setelah melihat dan berkunjung ke dalam percetakan. Mushaf Al-qur'an dibagikan-dibagikan menurut umur, jikalau peziarah seorang yang tua maka akan di berikan mushaf yang berukuran besar dan jika peziarah seorang yang masih muda maka akan diberikan mushaf yang berukuran sedang.

Untuk masuk kedalam percetakan biasanya peziarah berbaris dengan antrian yang panjang kemudian dipersilahkan sekitar seratus orang yang masuk dalam kawasan percetakan. Didalam ruangan percetakan, pemimpin rombongan terlebih dulu disuruh melaporkan jumlah jamaahnya, menginap di hotel mana dan berasal dari negara mana kemudian tanda tangan (baca tauqiek ). Para peziarah di bolehkan berfoto-foto di sekitar kawasan percetakan. Peziarah yang ada dalam ruangan percetakan di berikan waktu hanya sepuluh menit saja kemudian dipersilahkan berbaris untuk di bagi-bagikan mushaf Al-Qur'an. (akv)