Ketika berkunjung ke Madinah untuk melaksanakan ibadah Umrah, selain beribadah, kita juga melakukan tour kota ke tempat-tempat bersejarah atau biasa disebut dengan ziarah. Berikut adalah 3 tempat yang harus Anda kunjungi saat sedang berada di Madinah, yaitu...

1. Masjid Nabawi

Shalat di Masjid Nabawi nilainya sangat tinggi sebagaimana sabda Nabi SAW:

Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya”. (HR. Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim).

Sejarah Berdirinya

Waktu Rasulullah SAW masuk Madinah, kaum Anshar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana: “Biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah Allah”. Setelah sampai di hadapan rumah Abu Ayyub Al Ansari, unta tersebut berhenti, kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayyub Al Ansari tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Abu Ayyub Al Ansari, Nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi milik anak yatim Sahal dan Suhail anak Amir Bin Amarah dibawah asuhan Mu’adz bin Atrah, waktu membangun masjid Nabi meletakkan batu pertama selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi +/- 2m). Tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah daun kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblat menghadap Baitul Maqdis, karena waktu itu perintah Allah untuk menghadap Ka’bah belum turun. Pintunya tiga buah yaitu pintu kanan, pintu kiri dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta, lebar 60 hasta. Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan, tanpa tikar dan untuk penerangan waktu malam hari digunakan pelepah kurma yang kering dan dibakar. Masjid tersebut dibuat tahun ke 1 Hijriyah. Di sisi timur masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan keluarganya yang kemudian jadi tempat pemakamannya.

Masjid Nabawi berbeda dengan Masjidil Haram Makkah yang terbuka untuk jemaah selama 24 jam, karena Masjid Nabawi hanya dibuka pada jam 03.00 – 22.00 waktu Saudi Arabia, dan waktu untuk ziarah diatur sebagai berikut: Jamaah haji wanita dapat mengunjungi Raudhah dan ziarah ke makam Rasulullah pada pukul 07.00 s/d 10.00 dan pukul 13.30 s/d 15.00 waktu Saudi Arabia, tempatnya terpisah dengan laki-laki yang dibatasi dengan sekat yang dipasang khusus ketika wanita berziarah.

 

2. Makam Rasul

Beribadah di Masjid Nabawi, Madinah tak lengkap rasanya bila tidak berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Sejumlah jemaah haji dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia memanfaatkan kesempatan berharga ini saat berada di Kota Madinah. Bukan hal yang mudah untuk berziarah ke makam Nabi terakhir ini, karena peziarah harus antre bersama jutaan jemaah lain. Para jemaah biasanya berjalan dalam satu rombongan agar tidak terpencar.

Makam Nabi ditandai dengan pintu berlapis emas dan warna karpet kehijauan berbeda dengan warna karpet lainnya di dalam masjid. Tepat di sebelah makam dan mimbar Rasulullah terdapat raudhah yang mempunyai arti taman surga.

Raudhah adalah sebuah bilik kecil di mana doa-doa yang dipanjatkan di sini diyakini akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dan di tempat inilah hampir sebagian besar umat Islam yang datang menangis sambil tak henti-hentinya bermunajat pada Sang Maha Kuasa.

Saat awal dibangun, luas Masjid Nabawi hanya berukuran 50 meter persegi. Sementara rumah Rasulullah berada tepat di sebelah masjid. Dan ketika Nabi wafat pada usia 63 tahun, beliau pun dimakamkan di rumahnya yang terletak bersebelahan dengan Masjid Nabawi.

Renovasi dan perluasan masjid membuat makam Nabi Muhammad SAW kini berada di areal dalam Masjid Nabawi. Setelah masjid itu diperluas, makam ini termasuk di dalam bangunan masjid. Pada bangunan ini terdapat empat buah pintu:

- Pintu sebelah kiblat dinamai pintu At Taubah.

- Pintu sebelah timur dinamai pintu Fatimah.

- Pintu sebelah utara dinamai pintu Tahajjud.

- Pintu sebelah barat ke Raudhah (sudah ditutup).

Dalam ruangan ini terdapat 3 buah makam, yaitu makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Assiddiq dan Umar Ibnul Khattab r.a.

 

3. Raudhah

Sabda Rasulullah SAW:

Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga.”  (Diriwayatkan 5 orang ahli hadits).

Raudhah itu artinya “taman’ yang menggambarkan kesejukan dan kenikmatan. Raudhah yang dimaksud di sini tentu adalah area antara rumah dengan mimbar Nabi sebagaimana hadis shahih Riwayat Bukhari “maa baina baitii wa minbarii raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii” (antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam).

Status “taman surga” inilah yang memotivasi jamaah untuk berburu tempat di depan kiri Masjid Nabawi ini. Shalat dan berdoa.

Di dalam Raudhah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu:

“Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang. “Tiang Pengawal” tempat berdirinya para pengawal Nabi. “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf.

“Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi. “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rasulullah mengimami shalat berjamaah.

“Tiang Mukholaqah” tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah jum’at. Di samping itu di Raudhoh ada juga “Mihrab Nabi”. Adapun Rumah Nabi berdampingan dengan Masjid. Kini rumah ini menjadi makam Rasulullah SAW beserta dua shahabatnya Abubakar Shiddiq dan Umar Ibnul Khattab.    

Secara khusus tidak ditemukan dalil tentang keutamaan shalat atau berdo’a di Raudhoh selain pernyataan Rosulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhori di atas. Namun fakta yang terjadi tempat antara “rumah” dan “mimbar” ini telah menjadi “rebutan jama’ah” yang fenomenal. Rumah adalah tempat bernaung dan beristirahat. Tempat elemen keluarga membina harmoni berumah tangga. Suami dan istri saling mencintai dan menyayangi sambil membesarkan putera dan puteri buah hati keduanya.

Sementara Mimbar adalah arena perjuangan. Dari mimbar diserukan ajakan untuk beriman kepada Allah, beribadah dengan tekun, dan berjuang memuliakan agama Allah. Dari mimbar Nabi membangun negeri agar warganya sejahtera dan berkah dalam limpahan rahmah dari Allah. Mencegah perilaku rendah dan nista yang menyebabkan mereka menerima murka dan adzab. Mimbar adalah tempat untuk melakukan perjuangan da’wah. Antara “rumah” dan “mimbar” ada “taman surga”. 

Semangat jamaah untuk shalat dan berdo’a di Raudhoh memang hal yang bagus dan wajar,  asal saja mereka tidak saling menyakiti. Areanya terbatas. Kunci keberhasilan ibadah dan kabulnya doa bukan semata ditentukan oleh tempat tertentu seperti Raudhah, akan tetapi di bagian manapun dari Masjid Nabawi kita beribadah, insya Allah menjadi tempat yang baik dan makbul do’a. Syaratnya kita beribadah atau berdoa dengan  tata cara yang benar dan dengan kekhusyuan yang tinggi.

Bagaimana? Apakah Anda sudah tidak sabar untuk dapat berziarah di tanah para nabi? Selain tiga tempat di atas, sebenarnya masih banyak tempat bersejarah lain yang dapat kita kunjungi ketika berziarah di Madinah... Nantikan kelanjutannya di artikel berikutnya!