Oleh: Ust. Rano Karno Mohammad Bilal

Mekkah, 5 Januari 2016.

Kami lima wanita bersaudara yang terlahir dari sebuah cinta tulus yang terbangun dari dua insan yang sangat membanggakan. Kami sejak kecil di didik dan ditempa untuk meraih kesuksesan sesuai dengan bakat dan kemampuan kami. Kami pun dibimbing agar saling menyayangi dan menghormati sesama saudara. Maka kami pun bangga, tetap bisa kompak meski telah berkeluarga. Karena kami anak Saleh.

Kami adalah "Citra" bersaudara. Citra pemberian orang tua kami, agar memiliki karakter terbaik yang dapat dibanggakan orang tua. Kami adalah Umi Citra Rasmi, Endah Citra Rini, Fathonah Citra Puspita, Atik Citra Rini dan Linda Ayu Citra.

Kami tetap menjalin komunikasi meski kami terpisah oleh jarak dan waktu. Perth & Darwin (Australia), Bogor & Lampung (Indonesia), tak membuat hubungan kami merenggang. Silaturahim melalui dunia maya setiap hari kami lakukan. Berbagai persoalan kami bicarakan baik terkait pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Karena kami anak Saleh.

Aktifitas kami dan suami beragam. Menjadi dosen di salah satu universitas di Perth dan Darwin, bekerja di World Bank, guru dan kepala sekolah, serta istri Kapolsek adalah ragam kegiatan kami sehari-hari. Satu hal yang tidak pernah kami tinggalkan adalah setiap tiga tahun bersama orang tua selalu buat acara jalan bareng khusus keluarga. Ini dilakukan agar persaudaraan kami tetap terjalin indah. Karena kami anak Saleh.

Ke Australia atau tempat destinasi lain kami rutin kunjungi. Dan tahun ini, kunjungan kami tidak sekedar mempererat tali persaudaraan sesama saudara dan orang tua. Tahun ini kami ingin semakin erat dalam nilai-nilai ibadah. Yah, kami berlima beserta kedua orang tua beribadah ke tanah suci. Ziarah ke makam nabi, shalat di Masjid Nabawi serta ziarah ke Masjid Quba dan Jabal Uhud bersama Hannien Tour. Berkat Hannien Tour, kekerabatan kami tahun ini menjadi semakin kuat ketika mengambil miqot, tawaf, sa’i dan tahalul bersama. Alhamdulillah.

Kami berterima kasih kepada Hannien Tour karena sudah membantu memperkuat tali silaturahim kami, para anak Saleh. Ya, kami berlima adalah anak Saleh karena kami adalah buah hati dari Bapak Saleh Sudibyo Panyidang dan Ibu Mureni Sutayani. Kami bangga menjadi generasi penerus mereka. Kami bangga terlahir dari cinta mereka. Kami bangga dididik dan dibimbing mereka. Karena kami anak Saleh.