Oleh: Ust Rano Karno - Pembimbing Hannien Tour

Madinah Kuno

(Bagian 1 & 2)

Yatsrib merupakan nama pertama dan tertua yang disematkan untuk kota Madinah yang kita kenal. Yatsrib diambil dari nama seseorang yakni Yatsrib bin Qoid bin Abil, seorang Arab dari keturunan suku Amaliqah. Dalam sebuah keterangan Yatsrib merupakan keturunan Nabi Nuh AS.

Yatsrib mengembara dari daerah Babilonia Iraq dan menguasai daerah Bahrain, Hijaz hingga Mesir. Yatsrib dan keturunan menetap dan tinggal yang kemudian dikenal dengan nama Yatsrib.

Saat Islam datang, Rasululllah SAW mengganti kota Yatsrib dengan nama kota Madinah al-Munawarah. Pergantian nama ini cukup beralasan karena Yatsrib berarti "memaki atau kotor", sedangkan Madinah al-Munawarah berarti kota yang bercahaya.

Sebagaimana diketahui, Yatsrib adalah seorang Arab dari suku Amaliqah atau Amalek. Suku ini memiliki sistem pemerintah yang otoriter dan memiliki pengaruh di beberapa wilayah Arab. Suku Amaliqah terbagi dalam dua kelompok besar, yakni kelompok Al-Arqam dan Faleh. Kelompok Faleh inilah yang berhasil mengusir pengikut Nabi Nuh AS yang taat.

Kekuasaan suku Amaliqah terus berlangsung hingga kaum Yahudi datang menyerang dan berhasil mengalahkannya. Penyerangan tersebut saat kaum Yahudi yang tertindas dan terusir dari Mesir menuju Palestina. Sejsk itulah Bangsa Yahudi menguasai Yatsrib terutama suku Qunaiqa, Quraidzah dan Nadhir

Bangsa Yahudi selalu membuat kerusakan dan pengkhianatan termasuk membunuh para Nabi. Nabi Muhammad SAW pun mengusir dari kota Madinah akibat sifat buruk mereka. Maka wajar jika Yahudi menjadi bangsa yang selalu terusir.