(IPHI). Adalah Haji Badri (53 tahun), yang menarik perhatian sebuah Koran Al-Madinah. Selama musim haji, ia mengendong ibunya tercinta yang berusia 80 tahun. Di kota suci, Koran Al-Madinah meliput H Badri karena mengingatkan seorang shaleh yang dikagumi Nabi Muhammad. Ia adalah Uwais, seorang penduduk desa al-qarani di Yaman yang tidak terkenal di bumi namun masyhur di langit.


Itu dia lakukan mulai berangkat dari rumah Indonesia, sampai tuntas melaksanakan sarat rukun haji, beliau merawat juga mengendong kemanapun selama di tanah suci.

“Beliau inspirasi bagi kita semua, Semoga beliau menjadi haji mabrur senantiasa diberikan kesehatan lahir batin. Semoga kelak kita maupun anak cucu kita mampu mencontoh beliau yang taat dan tawadzu, serta benar-benar berbakti, pada orang tua, mengasihi ibundanya. Semua bentuk khidmat itu merupakan pusaka yang luar biasa fadhilahnya." Ujar Ketua Umum IPHI H Kurdi Mustafa menanggapi teladan H Badri.

Kisah Uwais bin ‘Amir Al Qarni ini patut diambil faedah dan pelajaran. Terutama ia punya amalan mulia bakti pada orang tua sehingga banyak orang yang meminta doa kebaikan melalui perantaranya. Apalagi yang menyuruh orang-orang meminta doa ampunan darinya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah disampaikan oleh beliau jauh-jauh hari.
 

Kisahnya adalah berawal dari pertemuaannya dengan ‘Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Umar berkata, “Aku sendiri pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya"

Uwais Al-Qorni seorang pemuda Yaman yang sangat berbakti kepada ibunya. Selama 8 bulan Uweis berlatih menggendong seekor lembu naik turun bukit. Dan sampailah pada Musim Haji, dengan tegap digendongnya Ibunya yang sudah uzur dari Yaman ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Semoga kita bisa meneladani bakti Uwais Al Qarni dan Haji Badri yang sangat luar biasa kepada sang Ibu. Aamiin

 

Sumber: http://www.iphi.web.id/2015/09/29/gendong-ibunya-selama-berhaji-koran-madinah-sebut-h-badri-sebagai-uwais-al-andanusi/