Persiapan fisik dan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi calon jamaah haji. Hal tersebut berguna untuk menjaga kebugaran saat melaksanakan ibadah haji. Aktivitas fisik pada saat pelaksanaan ibadah haji cukup banyak. Mulai dari thawaf, sa’I, lontar jumrah, termasuk berjalan dari pemondokan ke Masjidil Haram.

Aktivitas fisik yang tinggi pada pelaksanaan ibadah haji dapat menurunkan tingkat ketahanan jantung dan pernapasan yang menyebabkan kelelahan bagi calon jamaah haji, terutama bagi jamaah yang berusia di atas 60 tahun. Dengan bertambahnya usia, tingkat ketahanan fisik menurun antara 10 hingga 15 persen. Untuk itu sangat penting bagi calon jamaah haji untuk melakukan latihan fisik sejak 3 bulan sebelum berangkat ke tanah suci.

Latihan fisik bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau lari-lari kecil sehabis shalat subuh. Tak perlu jauh-jauh, cukup 2-3 kilometer saja. Latihan jalan kaki ini nantinya akan sangat membantu jamaah menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dengan rajin latihan fisik, tubuh tidak kaget ketika nanti harus banyak berjalan kaki.

Berikut adalah 10 tips sehat selama menjalankan ibadah haji:

1. Hal yang utama untuk diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang kita konsumsi. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk meminum air keran, sebab air keran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Makkah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.

2. Ada baiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air zam zam. Air zam zam aman diminum walau mentah karena mengandung fluoride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.

3. Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restaurant yang kelihatan kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.

4. Disarankan jamaah haji untuk selalu membawa sabun pribadi didalam tas yang selalu dibawa kemana-kemana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

5. Tidak menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dan jumlah besar, sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah dalam kondisi tidak baik, sebaiknya tidak dikonsumsi.

6. Memerhatikan penyakit yang telah diiidap sedari di tanah air. Naik haji merupakan kegiatan yang berat, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, terutama bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.

7. Kepala kelompok juga harus diberitahu mengenai kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung seperti obat flu dan pelega tenggorokan.

8. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.

9. Memperhatikan kecukupan beristirahat. Jamaah haji butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian ibadah haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak ibadah haji berlangsung.

10. Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitive, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkn untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.

 

Sumber: puskeshaji.depkes.go.id