Mungkin dari beberapa Anda pernah mendengar Tanah Haram dan Tanah Halal. Tapi tahukah Anda  makna sesungguhnya dari Tanah Haram dan Tanah Halal?

Dirangkum dari berbagai sumber, Tanah Haram adalah suatu kawasan yang aman karena di dalamnya ada hal - hal yang tidak diizinkan kita melakukannya dan juga ada beberapa hukum yang membedakannya dengan daerah yang lain karena kelebihan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT.Berbeda dengan Tanah Halal adalah kawasan seperti wilayah biasa yang lainnya.

Tanah Haram yang memiliki keunikan tersendiri dan memiliki beberapa aturan yang harus dipatuhi. Diantaranya, yaitu:

1 . Menurut pendapat ulama Syafi'i bahwa sunat bagi seseorang yang memasuki kawasan ini ( haram Makkah ) dengan berniat ihram .

2 . Binatang buruan di daerah ini adalah haram diburu , baik oleh mereka yang berihram atau yang tidak berihram, kecuali binatang tersebut merupakan binatang yang membahayakan dan biasanya akan menyerang manusia . Jika buruan dibunuh maka wajib dibayar gantinya .

3. Setiap tanaman yang masih hidup dan tumbuh sendiri bukan ditanam oleh manusia dalam area tanah haram ini adalah tidak boleh dipotong.

4. Tanah serta kerikil dari wilayah tanah haram adalah makruh dibawa keluar dari tanah haram.

5. Sesuatu yang tercecer dan tidak diketahui pemiliknya di Makkah atau tanah haram adalah haram diambil untuk dimiliki. Ia hanya halal untuk diambil oleh orang yang ingin mengumumkan tentang siapa yang kehilangan barang itu saja..

6. Penyembelihan dam dan denda dalam ibadah haji serta penyembelihan binatang hadyu adalah ditentukan tempatnya di daerah tanah haram.

7. Jika seseorang itu merupakan penduduk tanah haram dan mengerjakan haji secara Qiran atau Tamattu 'maka dia tidak wajib membayar dam.

8. Menurut pendapat dalam mazhab Syafi'i shalat sunat muthlaq yaitu shalat yang tidak bersebab tidak menjadi makruh jika dilakukan di tanah haram kapan saja.

9. Seorang yang bernazar untuk ke sana maka dia wajib menunaikannya apakah dengan cara haji atau umrah.

10. Ketika seseorang bernazar untuk menyembelih binatang saja di Makkah maka dia wajib melakukan seperti nazarnya itu.

Tanah Haram sendiri memiliki batas wilayah sendiri, yaitu:

1. Arah barat: Jalan Jeddah–Mekah, di Asy-Syumaisi (Hudaibiyah), yang berjarak 22 km dari Ka`bah.
2. Arah selatan: Di Idha`ah Liben (Idha`ah: tanah; Liben: nama bukit), jalan Yaman–Mekah dari arah Tihamah; berjarak 12 km dari Ka`bah.
3. Arah timur: Di tepi Lembah `Uranah Barat, berjarak 15 km dari Ka`bah.
4. Arah timur laut: Jalan menuju Ji`ranah, dekat dengan daerah Syara`i Al-Mujahidin, berjarak 16 km dari Ka`bah.
5. Arah utara: Batasnya adalah Tan`im; berjarak 7 km dari Ka`bah. (Shafiyurahman Al-Mubarakfuri, Sejarah Mekah, hlm. 167)

Itulah informasi mengenai Tanah Haram dan Tanah Halal, semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Sahabat Hannien!

 

(sumber: dirangkum dari berbagai sumber)