Menurut kamus besar bahasa Indonesia umrah adalah kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari rukun haji, dilakukan setiba di Makkah) dengan cara berihram, thawaf, sai dan bercukur, tanpa wukuf di Padang Arafah, yang waktu menunaikannya dapat bersamaan dengan waktu haji. Umrah juga biasa disebut dengan haji kecil. Perbedaan haji dengan umrah adalah umrah dapat dilakukan kapan saja tidak ada ketentuan waktunya, sedangkan haji ada ketentuan kapan waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakannya. Umrah pada saat bulan Ramadhan mempunyai nilai lebih utama, seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”

Tata cara umrah perlu diketahui rukun-rukunnya supaya ibadah umrah dapat berjalan dengan baik dan sah, sehinga ibadah yang kita lakukan menjadi suatu kenikmatan dan tidak sia-sia. Selain itu kita dapat melaksanakan ibadah umrah dengan runut dan secara teratur sesuai urutan tata cara berumrah yang benar.

Berikut ini merupakan tata cara umrah:

Ihram

Yaitu dengan memakai pakaian ihram untuk laki-laki dan pakaian apa saja untuk perempuan asalkan sempurna menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasan-perhiasan. Sebelum berihram disunnahkan untuk mandi besar terlebih dahulu. Setelah berpakaian ihram kemudian berniat ihram dan mengucapkan “Labbaika ‘umratan, Labbaika allahumma labbaika, Labbaika laa syariikalaka labbaika, innalhamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka.”

Thawaf

Thawaf dilakukan setelah berihram. Selama thawaf, bagi laki-laki diharuskan idhtiba’, yaitu menyarungkan kain ihram di atas pundak kiri, dan di bawah ketiak kanan, mulai thawaf sampai selesai. Thawaf dimulai di Hajar Aswad, usap dengan tangan kanan lalu cium jika memungkinkan, tidak berdesak-desakan atau menyakiti sesorang. Saat menciumnya mengucapkan: “Bismillahi Allahu Akbar”. Apabila tidak mungkin, cukup mengusap dengan tangan kanan lalu tangan itu dicium. Atau cukup dengan memberi isyarat sekali dengan tangan kanan, seraya mengucapkan “Allahu Akbar” tanpa diiringi dengan mencium tangan. Jadikan Ka’bah di sisi kiri, berjalan mengelilinginya sebanyak tujuh putaran. Satu putaran dihitung dari Hajar Aswad sampai Hajar Aswad lagi. Bila telah sampai di Rukun Yamani (sudut sebelum Hajar Aswad), disunnahkan mengusapnya memberi isyarat, dan berjalan seperti biasa. Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad membaca doa: “Rabbana atinaa fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah waqina ‘adzabannaar” .

Pada tiga putaran pertama dalam thawaf umrah dan thawaf qudum disunnahkan untuk raml, yaitu berlari-lari kecil dengan langkah kaki yang berdekatan.

Selama thawaf disunnahkan memperbanyak dzikir dan doa yang disukainya, tak ada doa tertentu yang diajarkan Rasulullah pada saat thawaf, kecuali yang dibaca diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad tadi.

Bila telah selesai tujuh putaran, akhirilah thawaf dengan mengusap atau mencium atau isyarat kepada Hajar Aswad (sesuai perincian di awal thawaf). Kemudian letakkan kain ihram dalam keadaan biasa (menutupi kedua pundak). Lalu menuju ke Maqam Ibrahim dengan membaca: ((وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى))

Lakukan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dengan jarak agak dekat, bila tidak memungkinkan, agak ke belakang, bila tidak memungkinkan bisa shalat di daerah manapun selama di dalam Masjidil Haram. Adapun bacaannya setelah surat Al Fatihah pada rakaat pertama membaca Surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas.

Setelah itu disunnahkan menuju ke sumur zam-zam untuk minum air zam-zam sepuas-puasnya.

Sai

Setelah melakukan tawaf selanjutnya adalah melakukan sai. Sai adalah kegiatan berlari-lari kecil dari bukti Shafa sampai ke bukti Marwah. Cara menghitungnya adalah dari bukit Shafa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari bukti Marwah ke Shafa dihitung satu kali. Pada saat menaiki bukit Shafa dan menghadap Ka’bah sambil membaca tahmid dan takbir sebanyak tiga kali sambil mengangkat kedua tangan. Dan kemudia bacalah doa: “La ilaha illallah wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa’alaa kulli syai’in wadiir, La ilaha ilallah wahdahu anjana wa’dah, wa nashara ‘abdah wahazamal ahzaaba wahda” dan doa itu diulangi sebanyak tiga kali.

Bercukur rambut

Setelah melakukan sai selanjutnya adalah Tahallul atau bercukur rambut. Boleh dipotong pendek atau hanya sebagian saja.

Setelah bercukur rambut maka selesailah rangkaian rukun umrah. Selain tata cara berumrah seperti yang sudah dijelaskan diatas ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan ketika ihram, yaitu:

  1. Tidak boleh menutup kepala dan memakai pakaian yang ada jahitannya untuk laki-laki
  2. Tidak boleh memotong kuku, bulu/rambut yang tumbuh dibadan
  3. Tidak boleh menutup kedua telapak tangan dan wajah untuk perempuan
  4. Tidak boleh memotong, mencabut dan mematikan tanaman di tanah haram
  5. Tidak boleh menikah atau menikahkan
  6. Tidak boleh bersetubuh dengan suami/istri
  7. Tidak boleh berburu, membunuh, ataupun membantu berburu binatang darat
  8. Tidak boleh memakai wangi-wangian ataupun minyak rambut
  9. Tidak boleh berucap kotor atau berkata yang tidak baik
  10. Tidak boleh bertengkar ataupun berkelahi

Semoga tata cara umrah diatas mudah dipahami sehingga memberikan pengetahuan, manfaat, dapat dijadikan tuntunan saat menjalankan ibadah umrah. Wallahu’alam. (berbagai sumber/AM)