Jual beli adalah salah satu bentuk aplikasi dari pergerakan ekonomi. Dalam islam, ada yang disebut dengan ekonomi syariah. Namun, tidak semua jual beli dihalalkan, ternyata ada transaksi jual beli yang diharamkan.

Beberapa jual beli yang diharamkan, diantaranya yaitu:

Jual beli sesuatu yang tidak ada barangnya (bai al-ma’dhum) Yang termasuk kategori ini ialah seperti menjual buah-buahan yang baru berkembang, menjual barang yang tidak dapat diserahkan seperti menjual barang yang hilang atau burung yang lepas.

Jual beli gharar (jual beli yang mengandung unsur penipuan) Yang termasuk kategori ini seperti ada cacat disembunyikan pada barang yang dijualbelikan, jual beli benda najis seperti menjual babi, bangkai, darah dan khamr, menjualbelikan air sungai yang masih mengalir, air danau ataupun air laut dan benda-benda lain yang tidak dapat dimiliki seseorang.

Jual beli najsy atau tanajusy, yaitu seseorang menambah atau melebihi harga dengan maksud memancing-mancing orang agar mau membeli barang kawannya padahal ia sendiri tidak membelinya. Hal ini dimaksudkan untuk menaikkan harga barang padahal ia hanya pura-pura mau membeli barang tersebut. Tanajusy juga termasuk dalam kategori ghubun, yaitu menambah harga.

Menjadi tengkulak, Yaitu menghambat orang-orang desa keluar kota dan membeli barangnya sebelum mereka sampai di pasar. Jual beli yang dilarang lainnya ialah membeli barang yang telah dibeli orang lain dalam masa khiyar.

Itulah beberapa jual beli yang diharamkan, semoga di kemudian hari kita bisa melakukan jual beli sesuai syariat dan terhindar dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

(http://www.suduthukum.com/2015/02/jual-beli-yang-diperbolehkan-dan-jual.html)

sumber gambar: google