Namimah atau dalam istilah adalah adu domba merupakan salah satu akhlak tercela yang perlu kita hindari. Dengan mengadu domba Anda memberikan informasi  yang belum tentu tepat kebenaran informasi nya dan bisa jadi menimbulkan fitnah diantara persaudaraan. Dengan demikian, adu domba ini rentan akan merusak persaudaraan.

Jika adu domba dibiarkan maka akan menabur permusuhan dimana – mana dan biasanya orang yang suka mengadu domba akan sulit mendapat kepercayaan dari orang lain karena tidak bisa amanat dan hanya membuat perceraian tali silaturahim.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q. S. Al-Hujurat : 6).

Selain itu dalam sebuah hadits juga dijelaskan  Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba).” (H. R. Al Bukhari). Dari penjelasan tersebut dijelaskan bahwa surga diharamkan bagi orang-orang yang suka mengadu domba.

Bahaya utama daripada adu domba ialah dapat menyebabkan terjadinya kebencian dan permusuhan dan sesama muslim.

1.       Adu domba merupakan pemicu terputusnya tali silaturrahmi dan tali persaudaraan.

2.       Terjadi keresahan dan mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat karena tidak jarang adu domba berujung pada terjadinya pertingkaian fisik seperti perkelahian yang memberikan kerugian baik fisik maupun materi. Akibat daripada perkahian itu bisa menghancurkan berbagai fasilitas atau sarana prasaran serta menyakiti fisik mereka sendiri. Bahkan bisa sampai menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.

3.       Kehilangan kepercayaan karena setelah perbuatan adu domba itu terbongkar orang lain justru akan berbalik menjadi tidak menyukai si pelaku penyebar adu domba tersebut sehingga sebenarnya adu domba itu sendiri tidak hanya menyebabkan kerugian bagi mereka yang menjadi korban adu domba tetapi juga paling buruk adalah kerugian bagi pelakunya sendiri.

Lantas, bagaimana kita sebagai muslim untuk menghindari perilaku adu domba tersebut? Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari perbuatan tercela namimah, yakni;

1.       Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT

2.       Mulai dari diri sendiri untuk menyadari bahwa adu domba merupakan perbuatan tercela yang berakibat dosa serta dampak yang disebabkannya tidaklah main-main sehingga harus dijauhi.

3.       Menghindar daripada hal-hal yang bisa menyebabkan adu domba seperti begosip.

4.       Menjalin silaturrahmi yang baik terhadapa sesama muslim.

5.       Biasakan diri bersikap ramah dan jujur.

6.       Selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar daripada pebuatan keji dan munkar.

(sumber:  http://dalamislam.com/hukum-islam/bahaya-adu-domba-dalam-islam)

Namimah atau dalam istilah adalah adu domba merupakan salah satu akhlak tercela yang perlu kita hindari. Dengan mengadu domba Anda memberikan informasi  yang belum tentu tepat kebenaran informasi nya dan bisa jadi menimbulkan fitnah diantara persaudaraan. Dengan demikian, adu domba ini rentan akan merusak persaudaraan.

Jika adu domba dibiarkan maka akan menabur permusuhan dimana – mana dan biasanya orang yang suka mengadu domba akan sulit mendapat kepercayaan dari orang lain karena tidak bisa amanat dan hanya membuat perceraian tali silaturahim.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q. S. Al-Hujurat : 6).

Selain itu dalam sebuah hadits juga dijelaskan  Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba).” (H. R. Al Bukhari). Dari penjelasan tersebut dijelaskan bahwa surga diharamkan bagi orang-orang yang suka mengadu domba.

Bahaya utama daripada adu domba ialah dapat menyebabkan terjadinya kebencian dan permusuhan dan sesama muslim.

1.       Adu domba merupakan pemicu terputusnya tali silaturrahmi dan tali persaudaraan.

2.       Terjadi keresahan dan mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat karena tidak jarang adu domba berujung pada terjadinya pertingkaian fisik seperti perkelahian yang memberikan kerugian baik fisik maupun materi. Akibat daripada perkahian itu bisa menghancurkan berbagai fasilitas atau sarana prasaran serta menyakiti fisik mereka sendiri. Bahkan bisa sampai menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.

3.       Kehilangan kepercayaan karena setelah perbuatan adu domba itu terbongkar orang lain justru akan berbalik menjadi tidak menyukai si pelaku penyebar adu domba tersebut sehingga sebenarnya adu domba itu sendiri tidak hanya menyebabkan kerugian bagi mereka yang menjadi korban adu domba tetapi juga paling buruk adalah kerugian bagi pelakunya sendiri.

Lantas, bagaimana kita sebagai muslim untuk menghindari perilaku adu domba tersebut? Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari perbuatan tercela namimah, yakni;

1.       Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT

2.       Mulai dari diri sendiri untuk menyadari bahwa adu domba merupakan perbuatan tercela yang berakibat dosa serta dampak yang disebabkannya tidaklah main-main sehingga harus dijauhi.

3.       Menghindar daripada hal-hal yang bisa menyebabkan adu domba seperti begosip.

4.       Menjalin silaturrahmi yang baik terhadapa sesama muslim.

5.       Biasakan diri bersikap ramah dan jujur.

6.       Selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar daripada pebuatan keji dan munkar.

Itulah penjelasan dari larangan namimah atau adu domba, semoga kita semua bisa terhindar dari namimah atau fitnah. 

(sumber:  http://dalamislam.com/hukum-islam/bahaya-adu-domba-dalam-islam)