Menunaikan Ibadah Umrah memerlukan persiapan kesehatan yang ekstra. Selain itu, Anda membutuhkan buku kuning untuk bisa lolos pada tahap pengecekan di bagian imigrasi. Untuk mendapatkan ICV atau buku kuning tersebut Anda membutuhkan Vaksinanasi terlebih dahulu.

Vaksinasi yang wajib dilakukan dari peraturan pemerintah adalah vaksinasi meningitis. Namun tidak salah juga jika Anda melakukan vaksin yang lain. Berikut beberapa vaksinasi yang biasa dilakukan sebelum berangkat umrah.

Vaksin Meningitis

Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan inflamasi pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini berisiko tinggi terjadi di bagian tertentu di dunia, terutama negara Arab Saudi sebagai tempat umat muslim menunaikan ibadah haji dan umroh.

Untuk mencegahnya, vaksin meningitis menjadi imunisasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat imunisasi meningitis atau bisa disebut buku kuning atau ICV yang menjadi syarat bagi calon haji untuk mendapatkan visa.

Vaksin influenza

Jenis virus yang menyebabkan influenza berbeda-beda pada tiap tahunnya, sehingga vaksin yang diberikan pun disesuaikan dengan tipe tersebut.

Vaksin influenza dianjurkan terutama untuk jamaah haji sebagai berikut:

  • Pengidap penyakit kronis seperti gangguan ginjal, sakit jantung, gangguan pernapasan, diabetes, dan gangguan sistem saraf.

  • Pasien imunodefisiensi.

  • Pengidap penyakit metabolik.

  • Pengidap obesitas.

  • Wanita hamil.

  • Vaksin pneumonia

Penyakit yang umumnya disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

Vaksin pneumonia disarankan bagi calon jamaah haji dengan kondisi sebagai berikut:

  • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

  • Anak-anak dan orang dewasa pengidap penyakit kronis, seperti diabetes, asma, gangguan ginjal atau penyakit jantung. 

(sumber: alodokter.com)