Telah dibahas pada artikel sebelumnya mengenai riba lebih mendalam. Namun pada kali ini lebih bisa membedakan mana Riba, Gharar dan Maysir. Ketiganya tentu tidak diperbolehkan oleh syariat islam. Dengan demikian, dengan ini Anda bisa lebih mengetahui dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh ajaran islam.

Riba adalah melebihkan harta dari transaksi yang dilakukan baik pembelian barang atau pinjaman.

Dalam Al Qur’an sendiri, sudah dijelaskan keharamannnya:
“Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu memakan riba dengan belipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung, “ ( Q.S. Ali Imran [3] : 130).

Berbeda dengan Gharar, secara istilah ghrar adalah ketidakpastian. Maksudnya Gharar disini juga adalah menyembunyikan sesuatu dari sebelah pihak,  sehingga jual beli atau transaksi yang dilakukan yang mengandung ketidakpastian merupakan hal yang dilarang karena merugikan salah satu pihak.

Terakhir, Maysir yang secara harfiah memiliki arti spekulasi. Maysir merupakan permainan yang di dalamnya diisyaratkan sesuatu berupa materi yang diambil dari pihak yang kalah untuk pihak yang menang. Seperti yang terjadi dalam bursa saham. Setiap menitnya selalu terjadi transaksi spekulasi yang sangat merugikan penerbit saham . Setiap perusahaan yang memiliki right issue selalu didatangi para spekulan. Ketika harga saham suatu badan usaha sedang jatuh, spekulan segera membelinya dan ketika harga naik, para spekulan menjualnya kembali atau melepas ke pasar saham. Hal ini sering membuat indeks harga saham gabungan menurun dan memburuk perekonomian bangsa.

Suatu permainan dapat dikategorikan judi, jika memenuhi tiga unsur:

1. Taruhan harta/materi yang berasal dari kedua pihak yang berjudi.
2. Permainan yang digunakan untuk menentukan pemenang dan yang kalah.
3. Pihak yang menang mengambil harta sebagian atau seluruhnya yang menjadi taruhan, sedangkan pihak yang kalah kehilangan hartanya. 

Hal yang berkaitan dengan judi jelas dilarang dengan keras, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu mendapat keberuntungan,” (Q.S. AL Maidah [5] : 90).

Sumber: islampos.com
foto: google