Shalat terdiri dari beberapa gerakan yang setiap gerakannya memiliki bacaan dan manfaatnya masing-masing. Mulai dari Takbiratul Ihram sampai dengan Salam, shalat tentunya harus dilakukan dengan khusyuk dan tidak terburu-buru. Begitu juga duduk diantara dua sujud, tidak perlu dilakukan dengan tergesa-gesa.

Saat kita melafalkan doa saat duduk diantara dua sujud, Anda sedang berdoa meminta ampunan, rahmat, kecukupan, dan petunjuk dari Allah. Sehingga pada saat melakukan duduk diantara dua sujud sebaiknya bisa dilakukan dengan khusyuk, karena saat kita shalat sama dengan berkomunikasi dengan Allah.

“Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).”

Selain itu, duduk diantara dua sujud juga memiliki manfaat dalam segi kesehatan. Jika duduk diantara dua sujud dilakukan dengan benar maka posisi syaraf pangkal paha yang ada pada atas tumit bisa terpijat dan melindungi kita dari penyakit kram.

Pada saat kita melakukan duduk diantara dua sujud juga bisa melancarkan aliran darah ke otak dan organ vital lainnya. Selain itu juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan dalam mengingatkan daya pikit. Saat jari-jari kaki menekuk ketika duduk diantara dua sujud hal itu merupakan relaksasi untuk betis Anda, karena saat jari-jari menekuk dapat terjadinya proses pemulihan timbunan asam laktat yang berada pada kaki yang bisa menjadi penyebab nyeri dan kelelahan. Disisi lain gerakan ini membantu mengurangi mencegah penyakit impotensi dikarenakan tumit menekan aliran kantung kemih, kelenjar kelamin dan salufran vas deferens.

Jadi, duduk  ifitirasy atau biasa disebut duduk diantara dua sujud perlu dilakukan dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa karena sangat disayangkan saat kita meminta kepada Allah tapi dilakukan terburu-buru.

 

Sumber gambar: Google