Mengemis adalah suatu kegiatan dengan memint-minta kepada orang lain.  Pada dasarnya hal tersebut tidak disayariatkan oleh agama islam. Apalagi kalau meminta-minta itu dibarengi dengan menipu atau membuat diri seakan-akan sedang kesulitan, seperti ingin membiayai perawatan rumah sakit, membiayai sebuah institusi dll.  Dengan melakukan kebohongan maka hukumnya dosa besar.

Ada beberapa dalil yang menunjukan bahwa meminta-minta adalah haram, yaitu:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.”

Diriwayatkan dari Hubsyi bin Junaadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ

“Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api.”

 

Namun, ada beberapa keadaan yang membolehkan seseorang untuk mengemis atau meminta-minta sumbangan. Kondisi tersebut diantaranya, yaitu:

1. Ketika seseorang sedang memiliki diyat atau denda , atau sedang melunasi utang orang lain. Orang tersebut boleh meminta-minta sampai utangnya lunas.

2. Ketika sesorang sedang dalam musibah yang sampai menghabiskan seluruh harta bendanya, orang tersebut boleh meminta-minta sampai mendapatkan topangan hidup.

3. Ketika seseorang sedang tertimpa kefakiran yang sangat, dan disakska oleh 3 orang berakal minta sampai mendapatkan sandaran bagi kehidupannya.

 

Namun, dibandingkan harus meminta-minta lebih baik bekerja keras sampai bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam Al-Quran Allah berfirman:

 

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِى الأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

“Apabila telah sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah”. (QS. al-Jum’ah: 10).

Menghadapi orang yang meminta-minta perlu disikapi dengan bijak.  Walaupun dalam Islam meminta-minta itu dilarang, jangan sampai kita menuduh yang macam-macam atau suudzon karena hal itu juga bukan perbuatan yang baik.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ

“Artinya: Dan terhadap orang yang meminta-minta makan janganlah kamu menghardiknya”.  (QS.Ad-Dhuha: 10).

Jadi, sebaiknya kita bersyukur karena dijaga Allah dari hal meminta-minta. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan berada di jalan-Nya. Amiin.

sumber gambar: google
Majalah As-Sunnah