Perkembangan zaman dan teknologi membuat sebagian orang menjadi harus mengikuti tren. Sehingga terkadang membuat orang menjadi memiliki perilaku yang konsumtif. Padahal apa yang diinginkan oleh Anda belum tentu menjadi sebuah kebutuhan untuk Anda. Hal tersebut membuat Anda menjerumuskan pada hidup yang bermewah-mewahan.

Di dalam Al-Quran sudah dijelaskan bahwa manusia sebaiknya menjauhi perilaku boros dan bermewah-mewahan.


وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27)

 

Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman:

 “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Q.S. 17 : 16). 

 

Oleh karena itu, perilaku konsumtif dan bermewah-mewahan itu belum tentu bisa membuat Anda bahagia. Bermewah-mewah bisa membuat kita haus akan hal duniawi, menjadi boros dan tidak bisa bertoleransi. Memiliki keuangan yang baik tidak seharusnya Anda hambur-hamburkan begitu saja. Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umatnya agar bisa tetap hidup sederhana.

Selain sudah jelas dilarang dalam ajaran islam, dampak yang bisa Anda rasakan ketika hidup bermewah-mewah adalah Anda menjadi tidak pernah puas dengan apa yang Anda miliki saat ini. Hal itu bisa menjadi membuat Anda tidak bahagia. Anda juga bisa lupa dengan orang-orang disekitar Anda bahwa tidak semua orang bisa hidup layak seperti Anda.

Ketika Anda hidup bermewah-mewah Anda bisa lupa untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan. Karena hidup indah tidak harus selalu bermewah-mewahan.

 

Sumber Gambar:google