Amarah datang ketika perasaan sedang kesal terhadap sesuatu atau ada permasalahan yang tidak bisa berjalan dengan baik. Kadang dengan datangnya amarah tersebut membuat kita bisa melakukan hal-hal negatif lainnya, seperti berbicara kasar, mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas dan lain sebagainya.  Setelah kita melakukan hal-hal negatif akibat marah bisa jadi berdampak buruk seperti bisa menyakiti hati orang lain.

Islam sudah mengatur bagaimana seorang muslim untuk bisa mengendalikan amarahnya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Ketika sedang marah cobalah kembali mengingat kepada Allah Swt, karena Rasalullah Saw pernah berkata dalam Hadist Riwayat Thabrani yaitu   لاَتَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ  yang artinya “Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga”. Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang bisa menahan amarahnya.

Untuk menghindari saat hati sedang marah, lebih baik diam sehingga bisa menjaga lisan. Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad).

Selain itu, menanggulangi kondisi marah bisa dengan cara lain, yaitu dengan mengubah posisi tubuh. Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad).

Menangani amarah bisa dilakukan juga dengan berwudhu atau mandi. Dengan berwudhu atau mandi, bisa mendinginkan tubuh dan bisa mendinginkan perasaan juga.

Meredam kemarahan memang tidak mudah bagi sebagian orang, namun demi menjadi pribadi yang lebih baik dengan niat yang benar insya Allah bisa dilakukan secara perlahan.

 

sumber gambar: google