Perkara buang hajat di lokasi yang asing menjadi persoalan sendiri. Apalagi ketika menunaikan ibadah umrah. Lokasi toilet yang belum dikenal serta jumlah jemaah yang berjubel seringkali menjadi kendala ketika hasrat buang air tengah mendesak.

Diperlukan perhitungan waktu agar aktivitas bolak-balik toilet tak mengganggu ibadah umrah.

Di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, fasilitas toilet terdapat di beberapa titik. Yakni di depan pintu utama atau pintu 1 (King Abdul Aziz) dan juga di depan pintu keluar Bukit Marwah.

Jika sedang melakukan tawaf (mengelilingi Kabah) maka letak toilet terdekat adalah di depan pintu utama atau pintu 1. Namun jika sedang sai (perjalanan dari bukit Shafa menuju bukit Marwah sebanyak tujuh kali) maka yang lebih dekat adalah toilet di depan Marwah.

Ketika jemaah haji sudah memadati Masjidil Haram, saat itulah antrean toilet terjadi. Saat terpadat adalah menjelang salat Maghrib dan salat Jumat.

Ketika petang menjelang magrib contohnya. Toilet di depan pintu satu (pintu utama) cukup padat meski jumlahnya cukup banyak, bahkan tersedia hingga dua tingkat. Namun setiap satu pintu toilet setidaknya bisa diantre oleh tiga-empat orang.

Paling tidak perlu sekitar 10 menit untuk mengantre. Itu pun jika jemaah yang di dalam toilet tidak membuang hajat besar. Letak toilet ini juga lumayan jauh terutama jika dihitung dari dalam Masjidil Haram atau di sekitar Kabah. Sehingga untuk mencapai toilet dari dalam Masjidil Haram perlu waktu sekitar 10 menit.

Sementara nanti sekembalinya dari toilet, sulit untuk masuk kembali ke lantai dasar Masjidil Haram lantaran penuh. Sehingga jemaah haji akan diminta untuk beranjak ke lantai 2 atau 3. Jika kurang beruntung, mungkin bahkan hanya bisa salat di pelataran masjid saja.